Sunday, 31 March 2019

Perkembangan Teknologi Informasi

Data, Informasi, dan Pengetahuan.

Sering terjadi keracunan tentan,

Wednesday, 13 March 2019

Konsep dasar sistem informasi manajemen

Pengertian SIM: Sistem Informasi Manajemen.

Sistem adalah sekumpulan unsur (elemen/kegiatan/prosedur) yang saling terpadu dan bekerjasama satu sama lain.

Manajemen menurut Mary Parker (Stoner & Freeman, 2000) adalah seni melaksanakan pekerjaan melalui orang-orang (The art of getting things done through people). Meskipun banyak definisi manajemen yang telah diungkapkan para ahli sesuai pandangan dan pendekatannya masing-masing. Walaupun demikian, yang dimaksud manajemen adalah perencanaan, pelaksanaan, kepemimpinan, evaluasi dan pengawasan, dan sistem informasi manajemen.

Sistem Informasi Manajemen merupakan kegiatan yang dilakukan sekelompok unsur dalam sebuah organisasi yang saling terkait dalam usaha memecahkan suatu masalah dengan memanfaatkan sumberdaya manajemen sehingga sampai pada sebuah pemberian informasi yang mendukung pengambilan keputusan.

James Alter (1992): Kombinasi antarprosedur kerja, informasi, orang dan teknologi informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah organisasi.

Bodnar & Hopwood (1993): Kumpulan perangkat keras dan perangkat lunak yang dirancang untuk mentransformasikan data dalam bentuk informasi yang berguna.

Turban, McLean, dan Waterbe (1999): Sistem yang mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisa, dan menyebarkan informasi untuk tujuan yang spesifik. Intinya, SIM mengelola data atau informasi masukan hingga menghasilkan informasi untuk berbagai pihak.

Gordon B. Davis: system manusia dan mesin yang menyediakan informasi untuk mendukung operasi manajemen dan fungsi pengambilan keputusan dari suatu organisasi.

George M. Scott: kumpulan interaksi dari system informasi yang menyediakan informasi baik untuk kebutuhan manajerial maupun untuk kebutuhan operasional.

Secara umum, SIM adalah sistem informasi yang menghasilkan keluaran (output) dengan menggunakan masukan (input) dan berbagai proses yang diperlukan untuk memenuhi tujuan manajemen.

Tujuan Sistem Informasi Manajemen

Menyediakan informasi yang dipergunakn untuk perencanaan , pengendalian, pengevaluasian dan perbaikan berkelanjutan.

Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.

Menyediakan informasi yang akan digunakan dalam perhitungan harga pokok, rekrutmen atau tujuan-tujuan manajerial lain.

Karakteristik Sistem Informasi Manajemen

SIM membantu manajer secara terstruktur.

SIM dirancang untuk memberikan laporan operasional sehari-hari.

SIM sangat bergantung pada keberadaan data organisasi secara keseluruhan.

SIM membutuhkan perencanaan yang matang.

Konsep-konsep Pokok Sistem Informasi Manajemen

Selain kita harus mengetahui definisi dari SIM, kita juga harus mengetahui dan memahami konsep-konsep yang berhubungan dengan informasi, pemakaian informasi, dan nilai informasi. Berikut adalah konsep-konsep pokok SIM.

 Konsep Informasi

Informasi menambahkan sesuatu pada penyajian yaitu sehubungan dengan waktu dan mutu.

Konsep Manusia sebagai Pengolah Informasi

Kemampuan manusia sebagai pengolah informasi menentukan keterbatasan dalam sistem informasi dan mengesankan dasar-dasar rancangan mereka.

Konsep Sistem

Karena sistem informas manajemen adalah sebuah sistem, maka konsep sistem perlu untuk memahami dan merancang ancangan pada pengembangan sistem informasi.

Konsep Organisasi dan Manajemen

Sistem informasi berada di dalam sebuah organisasi dan dirancang untuk mendukung fungsi manajemen. Informasi adalah penentu yang penting dalam bentuk keorganisasian.

 Konsep Pengambilan Keputusan

Rancangan SIM bukan hanya harus mencerminkan anacangan rasional terhadap optimasi, tetapi juga teori keperilakuan pengambilan keputusan dalam organisasi.

Konsep Nilai Informasi

Informasi mengubah keputusan, perubahan dalam nilai hasil akan menentukan nilai informasi. Sistem informasi dalam perusahaan juga merupakan sistem terbuka, dimana terjadi arus sumber daya dengan lingkungannya. Dalam informasi, data input diperoleh dari lingkungan, misalnya informasi kenaikan pajak yang diumumkan pemerintah, dan perubahan kurs mata uang. Semua data dari luar tersebut mengalir masuk ke dalam sistem.

Oleh karena itu, sitem informasi membantu para manajer dan pimpinan perusahaan untuk mendapatkan gambaran mengenai perusahaan. Informasi yang didapat merupakan bahan masukan penting bagi manajer dalam pengambilan keputusan.

Pengaruh Pengelolaan Sistem Informasi dalam organisasi

Cost of running (penekanan biaya, menaikkan profit).

Customer Service (kemudahan pelayanan, meningkatkan performa layanan).

Management process (tata tertib laksana pengelolaan informasi).

Peran Strategi Sistem Informasi Manajemen



SIM Merupakan Kumpulan dari Sistem Informasi

Sistem informasi akuntansi (accounting information systems), menyediakan informasi dan transaksi keuangan.

Sistem informasi pemasaran (marketing information systems), menyediakan informasi untuk penjualan, promosi penjualan, kegiatan-kegiatan pemasaran, kegiatan-kegiatan penelitian pasar dan lain sebagainya yang berhubungan dengan pemasaran.

Sistem informasi manajemen persediaan (inventory management information systems).

Sistem informasi personalia (personal information systems).

Sistem informasi distribusi (distribution information systems).

Sistem informasi pembelian (purchasing information systems).

Sistem informasi kekayaan (treasury information systems).

Sistem informasi analisis kredit (credit analysis information systems).

Sistem informasi penelitian dan pengembangan (research and development information systems).

Sistem informasi analisis software.

Sistem informasi teknik (engineering information systems).



Tiga aktivitas yang terjadi pada sistem informasi



Burch & Grudnitski (1989 : 6) menyebutkan adanya tiga pilar utama yang menentukan kualitas informasi, yaitu:

Akurat

Tepat Waktu

Relevan

Jenis-jenis Sistem Informasi

Transaction Processing Systems (TPS)

Office Automation Systems (OAS) dan Knowledge Work Systems

Sistem Informasi Manajemen (SIM)

Decision Support Systems (DSS)

Sistem Ahli (ES) dan Kecerdasan Buatan (AI)

Group Decision Support Systems (GDSS) dan Computer‐Support Collaborative Work Systems (CSCW)

Executive Support Systems (ESS)

Sistem Informasi Manajemen Pada Era Globalisasi

Sistem Informasi Manajemen Pada Era Globalisasi.

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Seiring perkembagan zaman (globalisasi) mempengaruhi segala bidang. Seperti perubahan ekonomi secara global, perubahan ekonomi industrial, perubahan perusahaan, perubahan teknologi komunikasi yang kian canggih. Perkembangan teknologi itu sendiri berpengaruh pada perkembangan sistem informasi manajemen yang sangat signitifikan dalam pola pengambilan keputusan yang diambil oleh manajemen.
Perubahan dan perkembangan teknologi yang kian cepat dan canggih itulah yang menyebabkan perubahan – perubahan peran manajer untuk mengambil keputusan. Yang  mendorong para pemimpin untuk selalu mengetahui perkembangan informasi yang terkini yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan dan menuntut manajemen dunia usaha untuk dapat beroperasi lebih efektif, efisien dan terkendali dengan mengedepankan keunggulan bersaing baik tingkat local maupun global melalui peningkatan kualitas sumberdaya manusia, barang dan jasa yang dihasilkan serta pemanfaatan teknologi informasi yang efektif.

                Penggunaan teknologi informasi melalui system informasi bukan saja akan meningkatkan kualitas serta kecepatan informasi yang dihasilkan bagi manajemen akan tetapi dengan teknologi informasi yang sesuai akan dapat menciptakan suatu system informasi manajemen yang mampu meningkatkan integrasi di bidang informasi dan operasi diantara berbagai pihak yang ada disuatu organisasi baik organisasi local maupun global.
    Akibat dari era globalisasi ini mengakibatkan banyak perubahan dan tuntutan dalam sistem informasi manajemen itu sendiri. Oleh karena itu dalam makalah ini akan diambil judul “Sistem Informasi Manajemen di Era Globalisasi”.

1.2 Rumusan masalah
Berdasarkan pada latar belakang masalah di atas, penulis dapat merumuskan sebagai berikut :
1.1 Apa pengertian dari SIM dan seberapa pentingnya sistem informasi manajemen?
1.2 Bagaiman pengaruh perkembangan teknologi secara global?
1.3 Bagaimana proses percepatan kemajuan teknologi?
1.4 Jelaskan informasi sebagai sumber daya organisasi?
1.5 Bagaiman peranan baru sistem snformasi manajemen pada era globalisasi?
1.6 Apa saja akibat dari globalisasi dan bagaimana sistem informasi manajemen menyikapi hal itu?

1.3 Tujuan dan manfaat
Adapun Tujuan dari makalah ini adalah :
1.    Untuk mengetahui pengertian dari sistem informasi manajemen.
2.    Untuk mengetahui pengaruh perkembangan teknologi secara global.
3.    Untuk proses percepatan kemajuan.
4.    Untuk mengetahui Informasi yang digunakan sebagai sumber dya organisasi.
5.    Untuk mengetahui peranan baru sistem informasi manajemen di era globalisasi.
6.    Untuk mengetahui akibat dari globalisasi dan cara SIM menyikapi hal itu.

1.4 Manfaat penulisan

1.    Manfaat teoritis

     Secara teoritis makalah ini bermanfaat untuk menambah khazanah keilmuan yang berhubungan     tentang Sistem Informasi Manajemen.
2.    Manfaat Praktis
    Secara praktis makalah ini dapat bermanfaat :
a)    Bagi penulis, makalah ini untuk dijadikan bahan tugas dan bahan penambah wawasan.
b)  Bagi pembaca secara umum, makalah ini diharapkan dapat memberi informasi dan dapat membantu sebagai referensi tambahan.



BAB 2 PEMBAHASAN


2.1 Pengertian Sistem Informasi Manajemen dan Pentingnya Sistem Informasi Manajemen

        Pengertian sistem informasi manajemen dikemukakan oleh banyak ahli dengan penekanan yang berbeda, namun pada intinya mempunyai kesamaan satu sama lain. Beberapa ahli diantaranya :

       Menurut Donald W. Kroeber dalam bukunya yang berjudul “Management information system” mengatakan bahwa sistem informasi manajemen adalah sebuah organisasi, sejumlah proses yang menyediakan informasi kepada manajer sebagai dukungan dalam operasi dan pembuatan keputusan dalam suatu organisasi.

       Menurut Gordon B. Davis mengatakan sistem informasi manajemen merupakan sebuah sistem pemakai yang terintegrasi yang menyediakan informasi untuk menunjang operasi-operesi manajemen dan fungsi-fungsi pengambilan keputusan di dalam organisasi. Sistem tersebut memanfaatkan perangkat keras dan pernagkat lunak komputer, dan prosedur-prosedur manual, model-model untuk anlisis, perncanaan, pengawasan dan pengambilan keputusan suatu data base.

    Jadi, Sistem informasi manajemen dapat disimpulkan sebagai sistem informasi yang disusun dengan mempergunakan prosedur-prosedur yang formal, dengan tujuan memberikan informasi yang relevan kepada para manajer baik itu informasi internal maupun informasi eksternal pada seluruh tingkat dean seluruh fungsi organisasi yang bersangkutan, sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan secara efektif.

    Menurut O’Brien dan Marakas (2009) tujuan dari sistem informasi manajemen adalah: menyediakan informasi yang dipergunakan di dalam perhitungan harga pokok jasa, produk, dan tujuan lain yang diinginkan manajemen; menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan; menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan. Ketiga tujuan tersebut menunjukkan bahwa manajer dan pengguna lainnya perlu memiliki akses ke informasi akuntansi manajemen dan mengetahui bagaimana cara menggunakannya. Informasi akuntansi manajemen dapat membantu mereka mengidentifikasi suatu masalah, menyelesaikan masalah, dan mengevaluasi kinerja (informasi akuntansi dibutuhkan dam dipergunakan dalam semua tahap manajemen, termasuk perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan).


2.2 Pengaruh Perkembangan Teknologi secara global

    Perkembangan peradaban manusia pada dasrnya merupakian pengaruh perkembangan teknologi. Dengan kata lain, perkembangan teknologilah yang mendorong kemajuan peradaban manusia. Dan terdapat faktor-faktor lain seperti kemajuan di bidang ekonomi, kedokteran, dst. Tetapi, dari sekia  faktor, yang menjadi faktor dominan ialah kemajuan teknologi.

    Perubahan dari satu zaman ke zaman yang lain diawali sebuah revolusi peradaban akibat penemuan suatu jenis teknologi yang mengakibatkan perubahan diseluruh dunia yang diistilahkan sebagai revolusi. Kemajuan peradaban manusia dapat digolongkan menjadi 4 tahapan periode.

    Gelombang 0 ialah masa di mana manusia masih bergantung pada alam. Manusia belum mengenal budaya. Manusia hidup secara nomanden (berpindah-pindah) dan teknologi belum berkembang.

    Gelombang 1 di mana manusia telah mengenal teknologi cocok tanam. Awal penemuan teknologi cocok tanam ini disebut revolusi pertanian. Manusia muali mengenal konsep kekayaan. Kekayaan yang paling berharga pada tingkat peradaban ini adalah tanah dan sawah. 

    Gelombang 2 dimana manusia telah menemukan teknologi mesin tenaga untuk mengolah tanah. Pada adab ini lahirlah berbagai penemuan mesin yang mampu menghasilkan tenaga sebagai pengganti tenaga manusia. Pada abad ini disebut revolusi industri.

    Gelombang 3 di mana manusia telah menemukan teknologi mesin cerdas (komputer). Orang mulai berpikir cerdas untuk memenuhi ekonomi. Sehingga mereka berlomba-lomba sekolah kejenjang yang lebih tinggi jika mereka memiliki ilmu pengetahuan/informasi akan selalu mampu mengantisipasi keadaan dan dapat berkembang.

    Komputer adalah salah satu bukti pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan.


2.3 Percepatan Kemajuan Teknologi

    Pada era gelombang O sampai gelombang 1 masa revolusi pertanian, orang hanya dapat menggunakan kuda untuk berpindah tempat. Kecepatan kuda berlari hanya, 30 km/jam.  Kemudian pada masa revolusi industri orang mampu membuat kendaraan seperti mobil, kereta api, kapal yang maximum kecepatannya adalah 300 km/jam (mobil balap). Dengan demikian ada kemajuan 10x lipat dari sebelumnya. Lalu dalam kurun waktu 200 tahun setelah itu, ketika dunia memasuki era revolusi informasi, manusia mampu membuat berbagai alat transportasi canggih yang dikendalikan komputer, seperti pesawat f16 dengan kecepatan sekitar 2000 km/jam, pesawat ulak-alik (luar angkasa) dengan kecepatan sekitar 3000 km/jam. Dalam kurun waktu dari gelombang 1 ke gelombang 3 kecepatnnya 100x lebih cepat dan penemuan ini berlangsung dalam waktu yang sangat cepat dan singkat. Inilah yang disebut percepatan teknologi.

    Sekarang kita hidup di era cyber space. Dunia sudah terintegrasi menjadi satu sistem tanpa batas. Melalui internet sistem ekonomi dari semua negara di dunia sudah saling terangkai mernjadi sebuah sistem yang saling terhubung. Meningkatnya penggunaan teknologi informasi, khususnya internet, telah membawa setiap orang dapat melaksanakan berbagai aktivitas dengan lebih akurat, berkualitas, dan tepat waktu. Setiap organisasi dapat memanfaatkan internet dan jaringan teknologi informasi untuk menjalankan berbagai aktivitasnya secara elektronis.



BAB 3 PENUTUP

3.1 Kesimpulan

    Perkembangan peradaban manusia pada dasarnya merupakian pengaruh perkembangan teknologi. Dengan kata lain, perkembangan teknologilah yang mendorong kemajuan peradaban manusia. Dan terdapat faktor-faktor lain, dari sekian  faktor yang menjadi faktor dominan ialah kemajuan teknologi. Perubahan dari satu zaman ke zaman yang lain diawali sebuah revolusi peradaban akibat penemuan suatu jenis teknologi yang mengakibatkan perubahan diseluruh dunia yang diistilahkan sebagai revolusi. Berabgai macam penemuan ini berlangsung dalam waktu yang sangat cepat dan singkat. Inilah yang disebut percepatan teknologi.

    Peran Informasi menjadi sumber masukan yang paling berharga bagi para manajer dan perusahaan untuk mengelola sumber daya lainnya dalam perusahaan. Para manajer menjadikan pijakan untuk mengambil berbagai keputusan penting dalam mengelola perusahaannya. Oleh sebab itu, informasi harus dikelola secara tepat seperti halanya sumber daya organisasi lain.

    Manajemen tidak dapat mengabaikan sistem informasi karena sistem informasi memainkan peran yang kritikal di dalam organisasi. Sistem informasi ini sangat mempengaruhi secara langsung bagaimana manajemen mengambil keputusan, membuat rencana, dan mengelola para pegawainya, serta meningkatkan sasaran kinerja yang hendak dicapai, yaitu bagaimana menetapkan ukuran atau bobot setiap tujuan/kegiatan, menetapkan standar pelayanan minimum, dan bagaimana menetapkan standar dan prosedur pelayanan baku kepada masyarakat. Oleh karenanya, tanggung jawab terhadap sistem informasi tidak dapat didelegasikan begitu saja kepada sembarang pengambil keputusan.

Peran Sistem Informasi Manajemen di era globalisasi ini cukup andil dalam sebuah organisasi. Akibat dari era globalisasi ini Sistem Informasi manajemen dituntut untuk bisa mendesain baru dengan kreatifitas dan inovasi yang lebih bagus untuk bersaiang dengan sistem informasi manajemen yanag lain. Semua orang juga dituntut untuk mmengetahui informasi terkini dan terakurta, serta mengetahui penggunaan Sistem Informasi dalam rangka pengambilan keputusan.

Pengertian manajemen

Pengertian Proses Manajem.

Proses manajemen didefinisikan sebagai aktivitas-aktivitas:

Perencanaan, formulasi terinci untuk mencapai suatu tujuan akhir tertentu adalah aktivitas manajemen yang disebut perencanaan. Oleh karenanya, perencanaan mensyaratkan penetapan tujuan dan identifikasi metode untuk mencapai tujuan tersebut.

Pengendalian, perencanaan hanyalah setengah dari pertempuran. Setelah suatu rencana dibuat, rencana tersebut harus diimplementasikan, dan manajer serta pekerja harus memonitor pelaksanaannya untuk memastikan rencana tersebut berjalan sebagaimana mestinya. Aktivitasmanajerial untuk memonitor pelaksanaan rencana dan melakukan tindakan korektifsesuai kebutuhan, disebut kebutuhan.

Pengambilan Keputusan, proses pemilihan di antara berbagai alternative disebut dengan proses pengambilan keputusan. Fungsi manajerial ini merupakan jalinan antara perencanaan dan pengendalian. Manajer harus memilih di antara beberapa tujuan dan metode untuk melaksanakan tujuan yang dipilih. Hanya satu dari beberapa rencana yang dapat dipilih. Komentar serupa dapat dibuat berkenaan dengan fungsi pengendalian.

Menurut Francisco Proses Manajemen adalah suatu proses Penukaran terhadap nilai dan jasa.

Sunday, 10 March 2019

Fungsi manajemen.
     Manajemen adalah suatu tim yang disusun dalam organisasi untuk menjadi pengendali organisasi untuk mencapai tujuan-tujuan dan sasaran-sasaran yang hendak dicapai oleh organisasi. Manajemen didalam organisasi biasanya di bagi dalam 3 tingkatan. Pembagian 3 tingkatan tersebut disebabkan adanya 3 macam tujuan atau sasaran yang hendak dicapai oleh organisasi.ketiga tingkatan tersebut adalah manajemen tingkat atas,manajemen tingkat menengah dan manajemen tingkat bawah.
      Sebutan yang biasa digunakan untuk pejabat manajemen tingkat ialah direktur. Pelakunya disebut "Director" yang dalam bahasa indonesia ditulis direktur. Dan sebutan lain yang juga biasa digunakan adalah "Presiden". Pejabat wakil direktur atau wakil presiden juga termasuk dalam tingkatan manajemen ini. Dan menejem tingkat bawah ada kepala regu misalnya. Apa pun sebutanya pada dasarnya ada tiga tingkatan manajemen karena sasaran yang ingin dicapai ada tiga buah.

Tujuan dan sifat masalah manajemen ada 3 bagian.

1. Manajemen tingkat atas adalah.
Tujuannya ialah pencapaian visi dan misi

2. Manajemen tingkat menengah.
Tujuannya ialah efektifitas setiap organisasi harus efektif dan semua organisasi harus mencapai tujuannya yang telah ditetapkan oleh manajemen puncak organisasai.

3. Manajemen tingkat bawah.
Ialah efisiensi setiap organisasi harus bekerja dengan efisien. Efisiensi artinya bahwa setiap pengguna sumber daya milik organisasi dimanfaatkan secara tepat sehingga menghasilkan  hasil yang tepat.

Untuk informasi selnjutnya tentang fungsi manajemen tunggu blog saya selanjutnya.trimakasih.